Friday, February 01, 2019

Dengue Fever Mewabah: Pencegahan Dengan Jaga Kebersihan Dan Tanam Serai

Sejumlah daerah ditetapkan sebagai wilayah kejadian luar biasa dengue fever atau demam berdarah dengue setelah 115 orang meninggal dunia  

01/29/2019

Sejak awal Januari 2019, Kementerian Kesehatan menerima laporan sebanyak 12.240 orang terjangkit DBD di sejumlah daerah, meningkat bila dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, menurut Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan, Widyawati Rokom.


Ahli kesehatan masyarakat dari Universitas Padjajaran Bandung, Ridad Agoes memandang kasus demam berdarah ini belum akan mereda.

"Karena memang di seluruh Asia Tenggara ini Indonesia masih merupakan daerah yang hyper endemic," ujar Ridad. 

"Selama ini pemerintah selalu berupaya agar kasus mereda tapi tampaknya belum adanya solusi yang baik untuk mengatasi permasalahan," ujarnya.

Di ibu kota Jakarta yang merupakan daerah endemis DBD, angka kasus terus mengalami pelonjakan dalam beberapa pekan terakhir.

"Mulai bergerak naik mulai Akhir Desember. Beberapa rumah sakit mulai melaporkan dan Januari trennya semakin meningkat," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti. 

Dari 613 kasus di ibu kota, paling banyak terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Barat dan Jakarta Timur. 




Dengan kondisi sekarang, Widyastuti memprediksi pada Februari dan Maret 2019, seluruh wilayah DKI Jakarta akan berpotensi masuk dalam kategori waspada Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD).

Kejadian Luar Biasa

Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan, Widyawati Rokom menjelaskan kasus DBD tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. 

Ratusan kabupaten dan kota di 34 provinsi melapor mendeteksi kasus DBD. 

Beberapa wilayah sudah ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) DBD termasuk Sulawesi Utara, juga Kabupaten Manggarai Barat dan Kota Kupang di Nusa Tenggara Timur. 


Kementerian Kesehatan menerima laporan sebanyak 12.240 orang terjangkit DBD di sejumlah daerah, 115 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia

"Sebelumnya, Kabupaten Kapuas di Kalimantan Tengah juga ditetapkan sebagai KLB DBD, namun karena sudah bisa diatasi tanggal 2 Januari lalu pemerintah daerah mencabut KLB itu," ujar Widyawati.

Ponorogo menjadi daerah terbaru yang ditetapkan menjadi KLB DBD dan disampaikan langsung oleh Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, Senin (28/01), setelah tiga orang warganya meninggal karena penyakit ini.

"Penyebaran DBD dalam taraf mengkhawatirkan karena jumlahnya terus naik, maka rapat memutuskan agar ditetapkan kejadian luar biasa biar bisa melakukan tindakan," ujar Ipong seperti dikutip dari detik.com.




Tindakan yang ditempuh, lanjut Ipong, adalah dengan menambah alat foggingyang dimiliki pemerintah daerah, dari yang sebelumnya hanya lima menjadi 12 alat fogging. 

Selain itu, pemerintah juga mengimbau puskesmas dan RSUD Ponorogo untuk menerima pasien DBD tanpa menarik biaya apapun alias gratis. 

Apa Penyebabnya? 

Keberadaan kasus DBD identik dengan musim hujan karena pada saat musim tersebut menimbulkan banyak genangan air. Namun demikian, masyarakat dihimbau untuk mewaspadai DBD tidak hanya di musim hujan, tapi juga musim kemarau terutama di tempat-tempat genangan air atau barang bekas.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti menyebut udara lembab akibat musim hujan panjang membuat nyamuk aedes aegypti pembawa virus denguepenyebab penyakit DBD mudah berkembang biak, sementara genangan air dapat menjadi sarang nyamuk aedes aegypti.

Virus kemudian menyebar melalui gigitan nyamuk di tubuh manusia. 


Kementerian Kesehatan menerima laporan sebanyak 12.240 orang terjangkit DBD di sejumlah daerah, 115 orang di antaranya dilaporkan meninggal dunia

Widyastuti menjelaskan gejala yang dialami pasien DBD antara lain suhu tubuh yang tinggi secara mendadak selama tujuh hari.

Tiga Kali Kena DBD

Theo Brahmana, warga Jakarta Selatan yang baru saja dirawat di rumah sakit selama enam hari mengatakan dia telah tiga kali terkena demam berdarah.

"Badan lemas banget, tulang semua linu, lalu kepala pusing, badan meriang dan kalau makan selalu muntah," ujar Theo. 
Hasil tes darahnya menunjukkan trombosit atau keping sel darah -salah satu komponen darah yang mempunyai fungsi utama dalam pembekuan darah- mengalami penurunan, dari level normal 150.000, menjadi 136.000. 

Hal yang sama terulang ketika dia cek darah untuk kedua kalinya, trombositnya turun menjadi 126.000. 

"Setelah cek darah kedua kalinya trombosit benar turun, ternyata sudah positif DBD," kata dia. 

Jaga Kebersihan, Tanam Serai

Ahli ilmu kesehatan masyarakat yang juga Guru Besar Parasitologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung, Ridad Agoes memandang, solusi paling efektif untuk mengatasi wabah DBD adalah dengan vaksin.

Namun sayangnya, hasil uji coba vaksin ini belum 100% memuaskan karena ketika dilakukan percobaan di beberapa kota di seluruh Indonesia, coveragenya dibawah 60%.

"Sedangkan untuk melindungi masyarakat dengan imunisasi ini, harus di angka 80%-90%," kata dia. 

Tahun lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menginstruksikan para dokter anak dan masyarakat untuk tidak melakukan pemberian vaksin dengvaxia kepada anak-anak. 


Pemerintah Kota Kupang menyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Kota Kupang menyusul sampai dengan Kamis (24/1) jumlah penderita DBD di kota itu mencapai 127 kasus

Hal ini menyusul hasil penelitian terbaru dari Sanofi Pasteur, perusahaan asal Prancis yang memproduksi vaksin tersebut, yang menyebut vaksin itu justru berbahaya bagi mereka yang belum pernah terjangkit virus dengue.

Dengan belum efektifnya vaksin, upaya pencegahan diimbau dengan partisipasi masyarakat dengan menjaga kebersihan tempat tinggalnya.

Widyawati dari Dinas Kesehatan DKI menjelaskan hal ini perlu dilakukan untuk mengendalikan vektor penyebar virus dengue. Upaya yang dilakukan adalah dengan program pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M. 

"Menutup tempat penampungan air, menguras tempat penampungan air minimal seminggu sekali, dan mendaur ulang atau memusnahkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat penampungan air," jelas Widi.


Setelah penelitian puluhan tahun, vaksin dengue Dengvaxia akhirnya mulai beredar mulai tahun lalu

Bila fogging atau pengasapan dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa, untuk memberantas jentik-jentik nyamuk warga dianjurkan untuk melakukan larvasidasi, atau pemberantasan jentik dengan menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air. 

"Sehingga telur yang sempat menetas di situ tidak berkembang menjadi nyamuk dewasa," ujar Widi. 

Warga juga diimbau melakukan penanaman tanaman yang tidak disukai nyamuk, seperti zodia dan serai 

"Tanaman itu mengeluarkan aroma yang tidak disukai nyamuk," cetus Widi.

Selain kedua tanaman di atas, lavender, bawang putih dan geranium juga merupakan tanaman pengusir nyamuk yang bisa ditanam di rumah.

Untuk warga yang memiliki kolam, Widi mengimbau agar kolam itu diisi dengan ikan yang akan memakan jentik-jentik nyamuk.

"Nggak perlu ikan yang mahal, seperti ikan cupang," kata dia. 

Kepala Biro Humas Kementerian Kesehatan, Widyawati Rokom menambahkan masing-masing wilayah juga memiliki kader juru pemantau jentik (jumantik) yang tersebar di tiap rukun warga. 

Tugasnya adalah mengedukasi, memotivasi, mengajarkan dan memantau gerakan pemberantasan sarang nyamuk ini, tambahnya.



This news bureau contains copyrighted material the use of which has not always been specifically authorized by the copyright owner. We are making such material available in our efforts to advance understanding of environmental, political, human rights, economic, democracy, scientific, and social justice issues, etc.  We believe this constitutes a 'fair use' of any such copyrighted material as provided for in section 107 of the US Copyright Law. In accordance with Title 17 U.S.C. Section 107, the material on this site is distributed without profit to those who have expressed a prior interest in receiving the included information for research and educational purposes.

Indonesia Dengue Death Toll Jumps To 133 In January

Early detection of symptoms, treatment key to survival: delaying blood test is NOT AN OPTION    

XINHUA
01/31/2019

JAKARTA -

Dengue fever have killed a total of 133 people across Indonesia since the beginning of January, forcing the authorities to step up alert against the Dengue virus, the health ministry said Thursday.


Aedes aegypti mosquito
The ministry has recorded a total of 13,683 cases of the dengue-linked disease across the vast archipelago country, said Siti Nadia Tarmizi, director for vector-borne and zoonotic disease of the ministry.

An emergency status has been declared following the spike of the numbers of casualty and case, Nadia said. "We have declared an emergency status because of the significant hikes."



Eight regions had declared a dengue emergency: North Minahasa, Minahasa and Tomohon regencies, as well as Manado and Kotamobagu cities in North Sulawesi; Kupang city and West Manggarai regency in East Nusa Tenggara (NTT); and Kapuas regency in Central Kalimantan.

East Java province, followed by East Nusa Tenggara province and North Sulawesi province, is the worst hit by the virus and had the highest number of reported dengue cases with 2,657 cases, followed by West Java with 2,008 and NTT with 1,169 cases.

Seasonal dengue transmission typically spikes during the monsoon season, when the dengue-bearing Aedes aegypti mosquito is most active.




The death toll in January of this year is three folds from that in the same period of last year, during which the ministry reported 43 deaths out of 6,800 cases, according to the ministry.

Controlling the number of the adult and larval population of the mosquito was essential for reducing transmission of the dengue viruses, she said.



This news bureau contains copyrighted material the use of which has not always been specifically authorized by the copyright owner. We are making such material available in our efforts to advance understanding of environmental, political, human rights, economic, democracy, scientific, and social justice issues, etc.  We believe this constitutes a 'fair use' of any such copyrighted material as provided for in section 107 of the US Copyright Law. In accordance with Title 17 U.S.C. Section 107, the material on this site is distributed without profit to those who have expressed a prior interest in receiving the included information for research and educational purposes.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

ANDREW KREIG: EXPERTS REJECT FIRE AS CAUSE FOR 9/11 WTC COLLAPSES

The real truth on 9/11 slowly continues to bleed out

 photo
Technical experts are mounting major challenges to official U.S. government accounts of how three World Trade Center skyscrapers collapsed in near-freefall after the 9/11 attacks 15 years ago.

Many researchers are focusing especially on the little-known collapse of

READ MORE >>

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

The Geopolitics Of The United States, Part 1: The Inevitable Empire

The Empire and the inevitable fall of the Obama criminal regime

 photo
STRATFOR Editor’s Note: This installment on the United States, presented in two parts, is the 16th in a series of STRATFOR monographs on the geopolitics of countries influential in world affairs.

Like nearly all of the peoples of North and South America, most Americans are not originally from the territory that became the United States.

READ MORE >>

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Geopolitics Of The United States Part 2: American Identity And The Threats of Tomorrow

A look back at 2011 predictions for the future in order to put events of today into perspective

 photo capitalism_zpsah78uy5p.jpg
We have already discussed in the first part of this analysis how the American geography dooms whoever controls the territory to being a global power, but there are a number of other outcomes that shape what that power will be like. The first and most critical is the impact of that geography on the American mindset.

READ MORE >>

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


By Robert S. Finnegan

This e-mail outlines and confirms the acts of espionage against Indonesia and Indonesians by Akiko Makino and the others involved both in Kobe University and in AI Lab at University of Airlangga, Surabaya; Bahasa Indonesia original follows English translation...

READ MORE >>

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

UPDATED 01/07/2015 : New Analysis Challenges Tamiflu Efficacy; Hong Kong Corona Virus Outbreak

UPDATED 01/07/2015 : FOX NEWS CORPORATE PHARMA SHILL MEGAN KELLY AND FOX NEWS QUACK DOCTOR NOW PUSHING TAMIFLU FOR PREGNANT WOMEN AND CHILDREN;

 photo TAMIFLU_small_zpssojx6okt.jpg
THE 5TH ESTATE UNEQUIVOCALLY WARNS THE PUBLIC NOT TO TAKE OR GIVE THIS PROVEN DANGEROUS, INEFFECTIVE DRUG TO ANYONE

Obama criminals now resulting to biowarfare in quest to destroy Chinese and ASEAN economy; "novel virus substrain" points directly to a Kawaoka / Fouchier / Ernala-Ginting Kobe lab virus weaponized and genetically altered to specifically target and infect the Asian population: Ribavirin...

READ MORE >>

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


 photo WHO02_zpsplmhtlpr.jpg
The 5th Estate has just purchased a library on H5N1 "Novel" virus pandemics, there are dozens of PDF and Exel documents we feel will assist you in saving lives following intentional releases of the H5N1 and now MERS viruses; we will begin by printing those that appear to be extremely relevant here: H5N1 Kobe-Kawaoka-Ernala series continues soon with more "Smoking Gun" e-mails from Teridah Ernala to The 5th Estate . . .

READ MORE >>

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


By Robert S. Finnegan

On October 12, 2002 the Indonesian island of Bali experienced a terrorist attack that rocked the world. It was unquestionably well-coordinated and executed, the largest in the country's history.

READ MORE >>